Children's Creative Residency 2026

NBN Creative House

A House to Imagine. A Space to Create.

  • Batch 1: 26–30 December 2026
  • Batch 2: 3–7 January 2027
  • Bengkulu, Indonesia
  • 5 Days · 4 Nights · 15 Creative Residents per batch

A small house. A wider world of ideas.

About the Creative House

What if a house could become a creative space?

Tidak semua pengalaman belajar harus berlangsung di ruang kelas.

Tidak semua pengalaman berkesenian harus berlangsung di galeri.

Dan tidak semua anak harus pergi ke kota-kota besar untuk bertemu dengan orang-orang kreatif.

Dari gagasan tersebut, NBN Creative House hadir sebagai sebuah rumah kreatif berbasis di Bengkulu yang membuka ruang bagi anak-anak untuk tinggal, bertemu, mengeksplorasi, berkarya, dan berbagi pengalaman.

Melalui Children's Creative Residency, anak-anak usia 8–17 tahun akan tinggal selama lima hari dan empat malam dalam kelompok kecil, mengikuti creative labs, bertemu seniman dan praktisi kreatif, mengeksplorasi Bengkulu, serta mengembangkan gagasan melalui berbagai bentuk ekspresi.

Program ini tidak dirancang untuk mencetak anak menjadi seniman.

Kami ingin memberikan sesuatu yang lebih mendasar: kesempatan untuk mengalami proses kreatif secara langsung.

More than a class

This is not just a creative class.

Anak-anak mungkin sudah mengikuti les menggambar.

Mungkin sudah pernah mengikuti workshop menulis.

Mungkin pernah mengikuti lomba.

Tetapi pengalaman selama beberapa jam berbeda dengan pengalaman tinggal dan berproses bersama. Di Creative House, proses kreatif menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan. Mereka akan:

LIVE tinggal dan berbagi pengalaman
EXPLORE melihat tempat, manusia, budaya, dan lingkungan dengan lebih dekat
MEET bertemu dengan seniman, penulis, ilustrator, dan praktisi kreatif
CREATE mencoba berbagai bentuk ekspresi
COLLABORATE mengerjakan sesuatu bersama
SHARE membagikan gagasan, pengalaman, dan karya

We don't just teach creativity. We create the conditions for children to experience it.

Why Bengkulu?

Creativity does not have only one center.

Yogyakarta memiliki sejarah seni yang kuat.

Jakarta memiliki ekosistem kreatif yang luas.

Bandung, Bali, dan berbagai kota lain juga memiliki komunitas seni yang berkembang.

Namun, kami percaya bahwa pengalaman berkesenian anak tidak harus selalu dibawa ke tempat-tempat tersebut. Bengkulu juga memiliki ruang untuk tumbuh.

Bengkulu memiliki sejarah, tradisi, lanskap, makanan, cerita, masyarakat, dan kebudayaan yang dapat menjadi sumber gagasan.

Pesisir
Foto: Ira Diana

Pesisir.

Benteng Marlborough
Foto: Ira Diana

Sejarah.

Tabot

Tabot.

Batik Besurek

Batik Besurek.

Dol

Dol.

Kehidupan sehari-hari

Cerita tentang manusia dan kehidupan sehari-hari.

Ada alam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dan ada banyak hal yang mungkin belum pernah dilihat anak-anak sebagai sumber karya.

Karena itu, Bengkulu dalam program ini bukan sekadar lokasi. Bengkulu adalah bagian dari proses kreatif.

Bengkulu as a creative meeting point

Rooted in Bengkulu. Connected to Indonesia.

NBN Creative House berbasis di Bengkulu. Namun, menjadi berbasis di Bengkulu tidak berarti seluruh pengalaman kreatif harus dibatasi pada sumber daya yang ada di satu kota. Justru Creative House dirancang sebagai ruang pertemuan.

Seniman, penulis, ilustrator, budayawan, pendidik, dan praktisi kreatif dari berbagai daerah dapat datang ke Bengkulu untuk bertemu dengan anak-anak. Dalam penyelenggaraan tertentu, Nalexa dapat menghadirkan mentor dari berbagai kota di Indonesia untuk berbagi proses, pengalaman, dan cara pandang mereka terhadap seni dan kreativitas.

Dengan demikian, anak-anak tidak harus selalu pergi jauh untuk mencari pengalaman kreatif. Pengalaman kreatif juga bisa datang ke Bengkulu.

From Bengkulu to the wider creative world

Local roots. Wider perspectives.

Creative House ingin mempertemukan dua hal:

PLACE

Bengkulu sebagai ruang pengalaman, budaya, dan sumber gagasan.

PEOPLE

Seniman dan praktisi kreatif dari berbagai latar belakang dan daerah.

Pertemuan keduanya diharapkan menciptakan pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui workshop singkat. Anak dapat mengenal sebuah tempat sekaligus bertemu dengan orang yang memiliki pengalaman berkarya di luar tempat tersebut.

The Mentors

Meet people who make things.

Creative Residency menghadirkan seniman dan praktisi kreatif yang tidak hanya berbicara mengenai hasil karya, tetapi juga mengenai proses di baliknya. Para mentor dapat berasal dari berbagai bidang:

  • sastra
  • penulisan kreatif
  • seni rupa
  • ilustrasi
  • desain
  • budaya
  • fotografi
  • performance
  • storytelling
  • bidang kreatif lainnya

Sebagian mentor berasal dari Bengkulu dan lingkungan kreatif lokal. Sebagian lainnya akan dihadirkan dari berbagai kota di Indonesia. Komposisi mentor dapat berubah pada setiap penyelenggaraan sesuai tema dan kebutuhan program.

The children don't just see the work. They meet the people behind it.

Catatan: Creative House berjalan secara hybrid. Sebagian mentor hadir langsung dan mendampingi peserta selama 24 jam, sebagian lainnya memberikan materi secara online. Tidak semua mentor hadir dalam satu batch. Mentor yang mengisi akan dijadwalkan sesuai batch.

Nenden Rikma

Bandung

Nenden Rikma

Penulis dan Praktisi

Pendidik dan praktisi sastra, bahasa, serta literasi dengan pengalaman dua dekade di bidang pendidikan dan penulisan kreatif. Menulis tiga naskah drama adaptasi novel—Himmelreich, Dear Faustus, dan Sunyi Boonyi—serta lebih dari delapan buku dan antologi. Ia bersertifikat English Facilitator US Department of State, Read Aloud & Think Aloud Trainer, Teacher’s Educator British Council, dan Islamic Psychology Trainer.

Erna Winarsih Wiyono

Bogor

Erna Winarsih Wiyono

Penyair, penulis, perupa, ilustrator, dan penampil seni

Ia aktif mengikuti pameran seni rupa, pembacaan puisi, dan pertunjukan yang memadukan puisi dengan tari kontemporer. Ia dipercaya menjadi juri Grand Slam 2025. Selain berkarya sebagai ilustrator lepas, Erna juga menjabat sebagai Creative Director Teddy Arte Lukisan Daun & Kopi, Visual Arts Educator, dan Honorary Reporter KOCIS (Korea Culture and Information Service).

Citra Savitri (C.Manica)

Kanada

Citra Savitri (C.Manica)

Penulis

Penulis Indonesia untuk pasar internasional, dengan seri buku nonfiksi anak Countries for Kiddies yang telah mencapai 15 judul dan seri dongeng dunia Children’s Tales from Around the World yang sedang memasuki penulisan buku ketiga. Karya-karyanya tersedia di Amazon.

Fauziyah Nada Rianto

Bengkulu

Fauziyah Nada Rianto

Ilustrator

Lulusan Desain Komunikasi Visual ini pernah menjadi juara 1 Piala Presiden untuk ajang melukis. Selain aktif mengerjakan proyek ilustrasi dan desain, ia rutin berpartisipasi dalam art market sebagai kreator merchandise orisinal.

Fitriyatur Rosidah

Semarang

Fitriyatur Rosidah

Akademisi

Alumnus Fakultas Sastra UNDIP ini berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang edukasi, penulisan, penyuntingan, penerjemahan, dan pengembangan konten.

Ira Diana

Depok

Ira Diana

Penulis

Menulis berbagai genre sastra, mulai dari novel, puisi, cerpen, hingga naskah drama. Aktif sebagai penulis buku anak yang karyanya dapat dilihat di laman BUDI Kemendikdasmen. Juri nasional untuk anak pada ajang LCMB Kemendikdasmen tahun 2020 hingga 2024.

I Gusti Made Dwi Guna

Bali

I Gusti Made Dwi Guna

Seniman

Ilustrator dan pelukis yang saat ini berprofesi sebagai guru lukis di Bali. Mengilustrasikan sejumlah buku bergambar dan komik. Menulis dan mengilustrasikan buku dalam ajang Gerakan Literasi Nasional (GLN) Badan Bahasa Kemendikdasmen.

Prof. Arono, M.Pd

Bengkulu

Prof. Arono, M.Pd

Akademisi

Guru Besar bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia UNIB. Menulis banyak penelitian terkait sastra dan pengembangannya.

Hasta Indriyana

Magelang

Hasta Indriyana

Sastrawan

Penyair, jurnalis, dan penulis buku di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dan mumpuni. Sering dilibatkan sebagai mentor dan juri nasional seperti FLS3N. Ia merupakan juri sayembara puisi Festival Sastra Yogyakarta dan juri sayembara cerpen Tutur Tumurun.

Naidi Atika Zundaro

Sukabumi

Naidi Atika Zundaro

Ilustrator

Ilustrator buku anak dari Indonesia. Lulusan Desain Komunikasi Visual ITB dan MA Children's Book Illustration, Cambridge School of Art, Anglia Ruskin University di Inggris. Juri dan mentor Gerakan Literasi Nasional Kemendikdasmen.

Rizkan Gisyada

Bengkulu

Rizkan Gisyada

Pemusik dan budayawan

Terlibat dalam banyak pementasan musik dan seni, baik di dalam maupun luar negeri. Menguasai alat musik gitar, drum, tassa, mandolin, dan dol.

Tety Aprilia

Bandung

Tety Aprilia

Penulis dan fotografer profesional

Penulis buku anak yang menekuni bidang fotografi sejak ia tinggal di Inggris. Beberapa buku karyanya bisa diakses di e-Pusnas, laman BUDI Kemendikdasmen, dan BRIN. Tety juga aktif menulis esai tentang budaya.

Pendamping

Kinkin Suaharti

Kinkin Suaharti

Pendamping

Akademisi di UIN Jakarta, praktisi pendidikan dan pengembangan minat bakat anak.

Raisa Marthia Linda

Depok

Raisa Marthia Linda

Fasilitator

Fasilitator anak dan remaja. Berpengalaman dalam manajerial.

Pengurus Yayasan

Era Seftasea

Era Seftasea

Ketua Harian Yayasan

Elia Kontesha

Elia Kontesha

Sekretaris

Local voices, national perspectives

A meeting between where we are and where we can go.

Creative House tetap memberi tempat bagi suara kreatif dari Bengkulu. Tokoh lokal, seniman, penulis, ilustrator, dan praktisi yang relevan akan menjadi bagian dari pengalaman peserta. Di sisi lain, program juga membuka ruang bagi mentor dari luar Bengkulu agar anak-anak memperoleh perspektif yang lebih luas.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dari identitas Creative House: berakar secara lokal, tetapi tidak berpikir secara lokal saja.

Bengkulu menjadi rumahnya.

Indonesia menjadi ruang belajarnya.

The House

A simple house with room for big ideas.

NBN Creative House bukan hotel.

Bukan resort.

Bukan art center dengan fasilitas mewah.

It is a home.

Sebuah rumah sederhana yang menjadi basis Nalexa Birru Nusantara dan secara bertahap dikembangkan menjadi ruang kreatif bagi anak-anak. Selama residensi, ruang-ruang di rumah akan digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Rumah NBN
  1. Pagidapat menjadi waktu belajar.
  2. Siangmenjadi studio.
  3. Soremenjadi ruang bermain dan berbincang.
  4. Malammenjadi ruang refleksi.

Ruang yang sama dapat memiliki fungsi yang berbeda sepanjang hari.

The house does not have to be perfect. The experience has to be meaningful.

A creative house that grows

Every program helps build the next version of the house.

Creative House tidak dibangun sekaligus sebagai sebuah fasilitas yang selesai. Rumah ini akan berkembang secara bertahap mengikuti kebutuhan program. Pengembangan dapat mencakup:

  • koleksi buku dan bahan bacaan
  • material dan perlengkapan seni
  • ruang penyimpanan karya
  • area berkarya
  • display karya
  • perlengkapan dokumentasi
  • kebutuhan kenyamanan dan keamanan peserta

Sebagian penerimaan dari program akan mendukung pengembangan fasilitas Creative House secara bertahap.

What children will experience

Five days to live the creative process.

Anak-anak akan diperkenalkan pada berbagai pendekatan kreatif melalui kegiatan yang bersifat praktik dan eksploratif. Bidang yang dapat dieksplorasi antara lain:

Visual Art

Menggambar, melukis, kolase, mixed media, dan eksplorasi visual.

Creative Writing

Cerita, puisi, jurnal kreatif, karakter, dan pengalaman personal.

Illustration & Visual Storytelling

Bagaimana gagasan dan cerita diterjemahkan menjadi gambar.

Culture & Place

Mengolah pengalaman melihat tempat dan budaya menjadi gagasan kreatif.

Experimental Art

Mencoba suara, gerak, objek, fotografi, performance, atau bentuk ekspresi lain.

Collaborative Creation

Membuat karya secara bersama-sama.

Program tidak mewajibkan setiap anak menghasilkan jenis karya yang sama.

There is no single way to be creative.

Creative Exploration

Look closer. Ask questions. Find a story.

Bengkulu akan menjadi bagian dari proses belajar peserta. Eksplorasi dapat dilakukan melalui kunjungan, pengamatan, percakapan, pengalaman budaya, maupun aktivitas di lingkungan sekitar.

Pantai Panjang
Foto: Decky Andrea, Google Maps
Benteng Marlborough
Foto: Ira Diana
Rumah Fatmawati
Foto: Hyurika
Rumah Pengasingan Bung Karno
Foto: Ira Diana

Anak-anak akan diajak untuk melihat:

  • apa yang biasanya mereka lewatkan
  • bagaimana sebuah tempat memiliki cerita
  • bagaimana budaya dapat menjadi sumber gagasan
  • bagaimana pengalaman sehari-hari dapat diolah menjadi karya

Peserta akan membawa Creative Journal untuk mencatat, menggambar, menulis, memotret, atau menyimpan ide selama perjalanan.

Creative Journal

A place to keep what you discover.

Setiap Creative Resident mendapatkan sebuah jurnal kreatif. Jurnal tersebut bukan buku tugas. Tidak ada format yang harus diikuti. Anak dapat mengisinya dengan:

  • tulisan
  • gambar
  • potongan cerita
  • pertanyaan
  • sketsa
  • puisi
  • foto
  • catatan perjalanan
  • gagasan yang tiba-tiba muncul

Because not every creative idea is ready to become a finished work.

Kadang-kadang sebuah gagasan hanya perlu disimpan terlebih dahulu.

Collaborative Creation

One house. Many voices. One shared experience.

Salah satu bagian Creative Residency adalah proses membuat sesuatu secara bersama-sama. Anak-anak akan belajar bahwa berkarya bersama berarti:

  • mendengarkan
  • menyampaikan gagasan
  • menerima perbedaan
  • bernegosiasi
  • membagi peran
  • menyelesaikan masalah
  • mengambil keputusan bersama

Hasilnya tidak harus menjadi sebuah karya seni yang "sempurna". Yang lebih penting adalah pengalaman menciptakan sesuatu bersama orang lain.

Schedule

Five Days · Four Nights

Day 01 · ARRIVE

Finding Our Creative Home

Peserta datang, mengenal rumah, teman, fasilitator, dan mentor.

Activities

  • arrival & registration
  • house orientation
  • getting to know each other
  • creative games
  • creative journal
  • introduction to the residency
  • welcome dinner
  • evening creative circle
Day 02 · EXPLORE

Seeing Differently

Peserta mulai mengenal Bengkulu melalui kegiatan eksplorasi dan observasi.

Activities may include

  • cultural exploration
  • observation
  • sketching
  • photography
  • field notes
  • creative journal
  • discussion with local voices
Day 03 · CREATE

From Experience to Ideas

Pengalaman yang diperoleh mulai diterjemahkan menjadi gagasan.

Activities

  • creative labs
  • visual art
  • creative writing
  • illustration
  • storytelling
  • experimental art
  • mentor sessions
Day 04 · COLLABORATE

One House, Many Stories

Peserta bekerja dalam kelompok dan mengembangkan karya atau proyek bersama.

Activities

  • collaborative creation
  • mentor feedback
  • creative production
  • preparation for showcase
  • outdoor gathering
  • storytelling / poetry / performance
  • evening reflection
Day 05 · SHARE

Share What You Found

Hari terakhir menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan selama residensi.

Activities

  • final creative work
  • Children's Creative Showcase
  • presentation
  • storytelling / poetry / performance
  • reflection
  • closing circle
  • farewell

Day 02 · Explore

Pantai Panjang
Foto: Decky Andrea, Google Maps
Benteng Marlborough
Rumah Pengasingan Bung Karno
Foto: Ira Diana
Makanan khas Bengkulu
Aktivitas warga
Toko batik

We leave the house, but we take the experience with us.

Who can join?

For curious minds aged 8–17.

Creative Residency terbuka bagi anak dan remaja usia 8–17 tahun. Peserta tidak harus:

  • memiliki prestasi seni
  • memiliki portofolio
  • pernah mengikuti kursus seni
  • memenangkan lomba
  • memiliki kemampuan teknis tertentu

Yang paling penting adalah rasa ingin tahu dan kesiapan untuk mengalami proses bersama.

Peserta usia 8–10 tahun diharapkan telah cukup mandiri untuk mengikuti kegiatan dan pola tinggal bersama selama lima hari, termasuk mengurus kebutuhan pribadi sederhana dan mengikuti aturan bersama.

Creative Residents

Who is a Creative Resident?

Seorang Creative Resident adalah anak yang:

CURIOUS
ingin tahu dan senang menemukan hal baru
OPEN
bersedia bertemu dengan orang dan pengalaman baru
WILLING TO TRY
tidak takut mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan
ABLE TO SHARE
mau berbagi gagasan sekaligus mendengarkan orang lain
READY TO LIVE TOGETHER
mampu mengikuti kehidupan bersama dalam kelompok

You don't have to be the best. You just have to be willing to explore.

15 Creative Residents per batch

12 Regular Creative Residents

3 Creative Residency Scholarships

Creative Residency dirancang sebagai program kelompok kecil. Kelompok kecil memungkinkan proses yang lebih dekat antara peserta, mentor, dan fasilitator.

Tahun ini Creative Residency berlangsung dalam dua batch, dengan mentor yang sama.

Small group. More room to listen, explore and create.

Creative Residency Scholarship

Because access matters.

Nalexa Birru Nusantara menyediakan 3 Creative Residency Scholarships untuk memberikan kesempatan kepada anak yang memiliki ketertarikan terhadap seni, sastra, budaya, atau kreativitas tetapi membutuhkan dukungan biaya untuk mengikuti program.

Penerima scholarship akan mengikuti program yang sama dengan peserta reguler. Tidak ada kelas atau kegiatan yang dibedakan berdasarkan status peserta.

Same house. Same experience. Same opportunity to create.

Pendaftaran beasiswa dinilai oleh tim Nalexa. Penerima beasiswa akan diumumkan.

5 Days · 4 Nights

Residency Fee

Regular Residency Fee

Rp6.000.000

per Creative Resident

Biaya program mencakup:

  • accommodation selama program
  • meals selama program
  • local transportation selama rangkaian kegiatan
  • creative materials
  • Creative Journal
  • creative kit
  • creative labs
  • artist & practitioner mentoring
  • cultural & creative exploration
  • program activities
  • documentation
  • Children's Creative Showcase
  • certificate
  • kaos peserta

Early Application Rate

Rp5.450.000

Untuk pendaftar reguler pertama di setiap batch.

  • Batch 1: sisa 4 kursi harga early
  • Batch 2: sisa 4 kursi harga early

Setelah kuota early terpenuhi, berlaku Regular Residency Fee Rp6.000.000.

Tidak termasuk:

  • transportasi dari kota asal menuju Bengkulu
  • transportasi dari Bengkulu menuju kota asal
  • kebutuhan pribadi peserta
  • pengeluaran di luar program

Informasi kedatangan dan kepulangan peserta akan diberikan kepada orang tua/wali setelah peserta diterima.

Kuota

Seats left

Pendaftar reguler langsung mendapat kursi setelah mendaftar dan membayar. Jumlah di bawah diperbarui setiap ada pendaftaran.

Batch 1

26–30 December 2026

12 / 12

kursi reguler tersisa

Harga early masih ada untuk 4 pendaftar

Batch 2

3–7 January 2027

Dibuka setelah Batch 1 penuh

What makes this experience different?

Not a holiday camp. Not a competition. Not just a workshop.

Creative House menggabungkan beberapa pengalaman dalam satu perjalanan:

  1. Living tinggal bersama
  2. Learning belajar dari pengalaman dan mentor
  3. Exploring mengalami tempat dan budaya
  4. Creating mengembangkan gagasan
  5. Collaborating bekerja bersama
  6. Reflecting melihat kembali apa yang ditemukan
  7. Sharing membagikan pengalaman dan karya

Five days of living the creative process.

From GCLA to Creative House

See the work. Live the process.

NBN Creative House merupakan bagian dari ekosistem program Nalexa Birru Nusantara. Program ini memiliki hubungan dengan semangat Global Children's Literacy & Art Initiative, tetapi dirancang dengan pengalaman yang berbeda.

GCLA

SEE THE WORK

  • Anak hadir melalui karya.
  • Karya bertemu publik.
  • Karya dipamerkan.
  • Anak mendapat ruang untuk dilihat dan diapresiasi.
GCLA

Creative House

LIVE THE PROCESS

  • Anak hadir sebagai peserta.
  • Anak tinggal bersama.
  • Anak bertemu kreator.
  • Anak mengeksplorasi.
  • Anak mencoba.
  • Anak bekerja bersama.
  • Anak mengalami proses sebelum menghasilkan karya.

One celebrates the work. The other explores how the work can begin.

Why Nalexa Birru?

A creative ecosystem that begins with children.

Nalexa Birru Nusantara bergerak di bidang seni, sastra, budaya, dan literasi.

Creative House lahir dari keyakinan bahwa anak-anak membutuhkan lebih banyak ruang untuk mengalami kreativitas secara langsung, bukan hanya sebagai penonton atau peserta lomba, tetapi sebagai individu yang memiliki gagasan sendiri.

Melalui berbagai program, Nalexa berupaya mempertemukan anak dengan buku, seni, sastra, budaya, seniman, penulis, dan pengalaman kreatif. Creative House menjadi salah satu bentuk ruang tersebut: sebuah rumah yang memungkinkan proses itu berlangsung lebih dekat dan lebih personal.

The Creative House experience

A home, not a hotel.

Peserta akan tinggal dalam suasana rumah bersama peserta lainnya. Konsep akomodasi dirancang sederhana dan fungsional, dengan penggunaan ruang secara bersama dan tempat tidur lesehan.

Pembagian ruang tidur dan pendampingan peserta akan diatur berdasarkan usia, jenis kelamin, kebutuhan keselamatan, dan ketentuan program. Peserta diharapkan membawa semangat untuk hidup bersama:

  • merapikan barang pribadi
  • menjaga kebersihan
  • menghormati waktu istirahat
  • mengikuti jadwal
  • menjaga barang bersama
  • menghargai ruang pribadi orang lain

Shared living is part of the experience.

Child safeguarding

Children's safety comes first.

Karena Creative Residency merupakan program tinggal bersama selama lima hari dan empat malam, keselamatan anak menjadi bagian utama dari penyelenggaraan. Nalexa akan menyiapkan:

  • parental consent
  • emergency contact
  • participant information
  • code of conduct
  • child safeguarding procedures
  • pendamping peserta
  • pengaturan kelompok dan area tidur
  • informasi alergi dan kebutuhan makanan
  • prosedur keadaan darurat
  • first-aid readiness
  • ketentuan dokumentasi dan penggunaan foto/video peserta

Informasi lengkap mengenai prosedur keselamatan akan diberikan kepada orang tua/wali sebelum program berlangsung.

For parents

What your child will bring home may not fit in a suitcase.

Mungkin bukan hanya sebuah karya.

Bisa jadi sebuah cerita.

Teman baru.

Keberanian mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan.

Cara melihat tempat yang berbeda.

Percakapan dengan seorang seniman.

Sebuah halaman jurnal.

Atau sebuah gagasan yang baru akan mereka pahami beberapa tahun kemudian.

Creative Residency tidak menjanjikan bahwa setiap anak akan pulang sebagai seniman. Kami ingin mereka pulang dengan pengalaman yang membuat mereka lebih berani melihat, mencoba, dan menciptakan.

For parents

What should parents expect?

Orang tua perlu memahami bahwa Creative Residency adalah pengalaman tinggal bersama, bukan program privat satu anak satu mentor. Anak akan:

  • mengikuti jadwal kelompok
  • berbagi ruang
  • melakukan kegiatan luar rumah
  • bertemu orang baru
  • menggunakan berbagai material
  • bekerja dalam kelompok
  • mengikuti aturan bersama

Karena itu, kesiapan anak untuk mengikuti kehidupan kelompok merupakan bagian penting dalam proses penerimaan.

Packing

What should participants bring?

Peserta akan mendapatkan Participant Packing List setelah diterima. Secara umum, peserta perlu membawa:

  • pakaian selama lima hari
  • pakaian tidur
  • perlengkapan mandi
  • sandal dan sepatu
  • obat pribadi jika diperlukan
  • botol minum
  • perlengkapan pribadi
  • pakaian untuk aktivitas luar
  • barang lain yang diinformasikan dalam packing list

Bring what you need. Leave room for new ideas.

Application process

How to become a Creative Resident

  1. Complete the Application Form

    Orang tua/wali mengisi data peserta dan memilih batch.

  2. Transfer the Fee

    Peserta reguler mentransfer biaya residensi. Nomor rekening dan kode pendaftaran muncul setelah formulir dikirim, dan juga dikirim ke email.

  3. Confirm Your Payment

    Konfirmasi pembayaran lewat halaman ini. Setelah tim memeriksa transfer, kursi peserta aman.

  4. Parent & Participant Preparation

    Orang tua dan peserta menerima informasi lengkap mengenai program, keamanan, perlengkapan, kedatangan, dan kepulangan.

  5. Welcome to Creative House

    Your five-day creative journey begins.

    Batch 1: 26 December 2026

    Batch 2: 3 January 2027

Pendaftar beasiswa tidak membayar saat mendaftar. Tim Nalexa akan menilai pendaftaran beasiswa, dan penerimanya akan diumumkan.

Application Form

Formulir diisi oleh orang tua/wali bersama peserta. Kolom bertanda * wajib diisi. Portofolio tidak wajib.

Pilih Batch

Mohon pilih batch

A · Participant Information

Mohon isi nama lengkap peserta
Mohon isi tempat lahir
Mohon isi tanggal lahir
Mohon pilih salah satu
Mohon isi nama sekolah
Mohon isi kelas
Mohon isi kota tempat tinggal

B · Creative Interest

Pilih setidaknya satu bidang

C · Creative Experience

Mohon pilih salah satu
Mohon pilih salah satu

D · Parent / Guardian Information

Mohon isi nama orang tua/wali
Mohon isi hubungan dengan peserta
Mohon isi nomor WhatsApp
Mohon isi email yang valid
Mohon isi kota tempat tinggal

E · Emergency Contact

Mohon isi nama kontak darurat
Mohon isi hubungan dengan peserta
Mohon isi nomor telepon

F · Health & Special Information

Mohon pilih salah satu

G · Residency Readiness

Mohon pilih salah satu
Mohon pilih salah satu
Mohon pilih salah satu

H · Application Type

Mohon pilih jenis pendaftaran

J · Parent / Guardian Declaration

Mohon isi nama sebagai tanda persetujuan

Pendaftaran diterima

Kode pendaftaran

Sudah transfer?

Konfirmasi pembayaran

Masukkan kode pendaftaran dan email yang dipakai saat mendaftar. Kursi dinyatakan aman setelah tim memeriksa transfer.

Mohon isi kode pendaftaran
Mohon isi email yang dipakai saat mendaftar
Mohon diisi
Mohon diisi
Mohon diisi

Klik untuk memilih file

Konfirmasi terkirim

Terima kasih. Tim Nalexa akan memeriksa transfer dan mengabari Anda.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah anak harus sudah pandai menggambar atau menulis?

Tidak. Program tidak ditujukan hanya untuk anak yang sudah memiliki kemampuan seni tertentu.

Apakah harus memiliki portofolio?

Tidak. Portofolio dapat dilampirkan jika tersedia, tetapi bukan persyaratan wajib untuk peserta reguler.

Apakah anak usia 8 tahun boleh ikut?

Boleh, selama anak sudah cukup mandiri untuk mengikuti pola tinggal bersama selama lima hari dan memenuhi ketentuan program.

Apakah orang tua boleh tinggal di Creative House?

Tidak. Creative Residency dirancang sebagai pengalaman tinggal bersama bagi peserta. Informasi khusus mengenai kedatangan, penjemputan, dan komunikasi dengan orang tua akan diberikan sebelum program. Jika orang tua mau datang ke Bengkulu dipersilakan dan bisa koordinasi dengan tim NBN untuk dicarikan penginapan terdekat.

Apakah transportasi dari luar Bengkulu termasuk?

Tidak. Transportasi dari kota asal menuju Bengkulu dan perjalanan pulang tidak termasuk dalam residency fee.

Apakah transportasi selama kegiatan termasuk?

Ya. Transportasi lokal yang menjadi bagian dari rangkaian program termasuk dalam biaya.

Apakah makanan termasuk?

Ya. Konsumsi selama program termasuk dalam residency fee. Informasi alergi dan kebutuhan makanan harus dicantumkan dalam formulir.

Apakah anak akan selalu berada di rumah?

Tidak. Creative Residency mencakup kegiatan di dalam Creative House dan eksplorasi di luar rumah sesuai jadwal program.

Apakah kegiatan ini seperti holiday camp?

Tidak persis. Creative Residency memiliki unsur tinggal bersama, tetapi fokus utamanya adalah pengalaman seni, sastra, budaya, eksplorasi, dan proses kreatif.

Apakah anak akan menghasilkan karya?

Peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karya atau proyek kreatif. Namun, program tidak menetapkan bahwa setiap anak harus menghasilkan karya dengan bentuk atau standar tertentu.

Apakah orang tua bisa berkomunikasi dengan anak selama program?

Ketentuan penggunaan telepon dan komunikasi akan disampaikan sebelum program. Kebijakan dapat dibuat untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan komunikasi dengan pengalaman tinggal bersama.

Bagaimana jika anak sakit?

Orang tua wajib memberikan informasi kesehatan yang relevan dalam formulir. Tim akan memiliki prosedur penanganan awal dan kontak darurat. Dalam kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, orang tua/wali akan segera dihubungi.

Ready to live the creative process?

Lima hari.

Empat malam.

Satu rumah.

Lima belas anak.

Berbagai cerita.

Berbagai cara melihat dunia.

Dan kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya.

  • Batch 1: 26–30 December 2026 · Bengkulu
  • Batch 2: 3–7 January 2027 · Bengkulu
  • 15 Creative Residents per batch: 12 Regular Seats, 3 Creative Residency Scholarships
  • Residency Fee: Rp6.000.000 · Early: Rp5.450.000
Apply Now

NBN Creative House

Children's Creative Residency · A House to Imagine. A Space to Create.

Organized by

Yayasan Nalexa Birru Nusantara
Seni · Sastra · Budaya · Literasi

Address

NBN Foundation, Jl. Bhakti Husada No. 74, RT 1/RW 1, Kel. Lingkar Barat, Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu 38225