Roro dan Mobil Semutnya

Roro dan Mobil Semutnya

Roro adalah seekor semut betina yang baru saja mendapatkan hadiah mobil semut dari kedua orang tuanya. Karena ia adalah semut yang baik hati, maka Roro mengajak sahabat-sahabatnya untuk berangkat ke sekolah bersama naik mobil barunya.
Namun di tengah perjalanan tiba-tiba muncul masalah. Mobil Roro mogok dan bannya bocor. Mereka semua pun panik.
Syukurnya semua masalah itu berhasil diatasi setelah Roro menghubungi bengkel semut melalui sinyal antenanya.

Roro dan Mobil Semutnya

Oleh : Aisyah Nabila Almashyra

Roro adalah seekor semut betina yang baru saja mendapatkan hadiah mobil semut dari kedua orang tuanya. Ia dapat hadiah karena nilainya tertinggi di kelas untuk semester ini. Ia juga sudah bisa menyetir mobil karena sudah pernah les. Mobil Roro berwarna merah. Bentuknya persis seperti semut.

Liburan telah usai. Pagi itu Roro sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah dengan mobil semut barunya. Roro pun memberi tahu sahabat-sahabatnya, yaitu: Swidi, Niki, Mira, dan Nela melalui sinyal antena semut. Dia akan memberi tumpangan kepada mereka. Dia menawari mereka tumpangan dengan mobil semutnya yang keren.

Mereka senang mendapat kabar itu dari Roro. Roro pun berangkat dari rumah. Ia menjemput mereka di halte semut. Setelah lima menit, Roro pun sampai di halte semut. Sahabat-sahabatnya sudah menunggu di sana. Roro pun membuka kaca mobilnya dan berkata, “Ayo naik!”

Swidi, Niki, Mira, dan Nela langsung naik. Nela duduk di depan samping Roro. Swidi dan Mira di tengah. Lalu, Niki di belakang. Mereka tampak senang.

“Kamu beli mobil ini di mana?” tanya Swidi.

“Mobil ini harganya berapa?” tanya Nela.

Niki berseru, “Wah, AC-nya dingin sekali!”

“Enak sekali kamu dibeliin mobil!” ucap Mira dengan nada senang.

Roro tidak tahu di mana orang tua membelikannya. Ia hanya diberi tahu harga mobil semut itu. Harganya delapan juta.

“Wow, hebat sekali orang tuamu!” seru Mira.

Baru jalan sepuluh menit tiba-tiba mobil Roro mogok. Mereka pun panik dan berteriak ke luar jendela. “Aaaa… Tolong, bantu kami…”

Semut-semut yang sedang lewat pun mulai berdatangan. Mereka menanyakan apa yang terjadi.

“Kenapa kalian teriak? Ada apa?” tanya seekor semut.

“Mobil kami mogok. Kami tidak tahu penyebabnya.”

Kemudian, semut-semut itu pun mengusulkan sesuatu. Seekor semut berkata, “Apakah mobil ini kita gotong saja?”

“Ya, boleh,” kata Roro.

Para sahabatnya pun setuju.

Ternyata ada dua puluh semut yang ikut menggotong mobil Roro, termasuk Roro dan para sahabatnya. Akan tetapi, mereka hanya sanggup menggotongnya sejauh seratus langkah. Mobil Roro terasa semakin berat.

“Berat sekali!” keluh Niki.

“Iya, berat,” ujar semut yang lain.

“Kita dorong saja!” seru Swidi.

“Oke!” Para semut pun setuju.

Mereka mendorong mobil Roro bersama-sama. Baru lima belas menit, salah satu dari mereka menyadari bahwa bannya bocor. Mobil Roro tidak bisa berjalan dengan baik.

“Bagaimana kalau kita mengirim sinyal ke bengkel mobil semut?” usul Nela.

“Boleh,” ucap Roro.

Roro mengeluarkan sinyal antenanya. Sinyalnya tersambung ke tukang bengkel.

Semut tukang servis mobil pun datang. Dia membawa peralatannya yang lengkap. Dia mengecek mesin dan ban mobil Roro. Ternyata bukan mesinnya yang rusak, tapi cairan mobil semut yang habis. Kemudian, semut tukang servis ini bekerja selama sepuluh menit.

“Sudah selesai!” kata semut tukang servis.

Untungnya, tukang servis itu membawa cairan mobil semut. Ia pun mengisi cairan itu ke mobil Roro. Bannya juga sudah diganti.

Roro mencoba menghidupkan mobilnya. Berhasil! Mobilnya bisa hidup kembali.

“Terima kasih!” ucap Roro dan sahabat-sahabatnya senang.

Setelah itu, mereka pun patungan untuk bayar servis. Uang yang tadinya mau dipakai untuk jajan, akhirnya mereka gunakan untuk bayar servis mobil Roro. Akan tetapi, mereka tetap senang karena bisa melanjutkan perjalanan menuju sekolah bersama-sama.

Download Original File