Sajak ini lahir sebagai ruang bagi kasih yang tak lagi sanggup berdiam. Ia menampung rindu, cinta, dan obsesi yang tumbuh kepada seseorang yang tak henti dipuja. Sebab jika cinta mampu bergema begitu nyaring di dalam dada, mengapa harus dipaksa menjadi sunyi?
Biar Dunia Menyebutku Gila