Derhaka Dua Puluh Dua Cangkir Pengkhianat

Derhaka Dua Puluh Dua Cangkir Pengkhianat

Satria Piningit sinisihan wahyu Ratu Adil.

Harapan warga membumbung tinggi–menembus cakrawala–papar mereka. Jangka Jayabaya telah menafsirkan kedatangan sosok pemimpin yang adil pada rakyatnya. Kalasuba mengiringinya, api yang membakar angkara murka untuk menyalakan dharma. Kebijakan dan keadilan akan tiba. Sedang keserakahan akan sirna. Perubahan mutlak tercipta. Nusantara terbebas dari sengsara. Sebuah kebangkitan emas telah ditakdirkan hadir menyertai.

Namun, pernahkah terpikir di benak, bagaimana jika sang pemimpin paripurna tersebut tak pernah benar-benar hadir?

Download Original File