Cahaya Hangat Perlahan Hilang (Puisi)

Cahaya Hangat Perlahan Hilang (Puisi)

Menciptakan puisi yang menggambarkan perjalanan emosi seseorang dalam menghadapi memudarnya ingatan orang tercinta, sebagai refleksi tentang kasih sayang, kehilangan, dan ketulusan cinta keluarga.

Cahaya Hangat Perlahan Hilang

Ada kabut tebal yang tumbuh di pelupuk matamu,

Membuat senja yang hangat—

mendadak membeku.

Ocehan masa lalu masih ramai di telinga,

Saat kue dan teh hangat bersanding di meja.

Namun kini aku perlahan hilang dari ingatan,

Menjelma orang asing di dalam rumah batin,

Anak yang dulu kau kasihi—

kini kau tanya siapa.

Kita yang sedekat jemari, kini sejauh benua.

Jantungku berhenti sedetak melihat pintu itu rapat,

Menyadari usahaku memperbaiki memorimu telah terlambat.

Jika sudah waktunya pintu tentangku di benakmu kelabu,

Biar waktu yang telah membisu menjelaskan,

Namun aku tetap akan menuntun,

Sebab kau adalah rumahku.

Download Original File