a poem written to commemorate a mother who has passed away and expresses sadness at a loss
Aku terbangun dengan hati yang hampa
Mengamati apa yang baru saja hilang
Sungai kecil terbentuk di pipi tanpa izin
Menyadari aku telah kehilangan yang paling berharga
Tak ada suara ibu yang mengalun penuh kasih
Tak ada lagi ajakan untuk sarapan bersama
Tak ada lagi omelan ketika aku lama menjawab panggilannya
“Ibu telah pergi ke tempat yang paling indah”
Satu kalimat yang sangat menghancurkan diriku
Rasanya aku bernafas namun telah mati
Jiwaku seperti ikut tertimbun bersama ibuku
Ibu yang sangat ku cintai melebihi diriku sendiri
Ku kirim proposal kepada Tuhan
Meminta-Nya mengampuni dan menyayangi ibuku
Ibu yang menyayangi dan menjagaku sejak dia mengandung
Aku memohon kepada Tuhan
Meminta-Nya untuk memberi surga terbaik untuk ibuku
Ibu yang rela mengorbankan segalanya demi anaknya