Mejuah-juah, Sebelum Kita Menjadi Asing merupakan puisi yang menghadirkan suara Tanah Karo kepada generasi mudanya. Di tengah derasnya arus modernisasi, puisi ini mengingatkan bahwa kemajuan tidak harus dibayar dengan hilangnya jati diri. Dengan memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Karo beserta berbagai simbol budaya lokal, karya ini menjadi ungkapan kasih, kerinduan, sekaligus harapan agar setiap anak yang merantau tetap mengingat akar, budaya, dan tanah kelahirannya. Lebih dari sekadar puisi tentang kampung halaman, karya ini adalah ajakan untuk menjaga identitas budaya tanpa menghalangi langkah menuju masa depan.
Mejuah-juah, Sebelum Kita Menjadi Asing