Negeri Awan Dibalik Mimpi Yuna

Negeri Awan Dibalik Mimpi Yuna

Yuna adalah anak yang bermimpi ingin pergi ke negeri awan namun semua orang bilang bahwa negeri awan itu tidak ada.
Namun Yuna ingin membuktikan bahwa negeri awan itu ada.
Cerita ini bersisi petualangan Yuna dalam menemukan negeri awan yang ia impi-impikan

Negeri Awan Di Balik Mimpi Yuna

Karya: Ruby

Negeri awan adalah tempat fantasi yang sangat Yuna impikan, karena tempatnya yang

sangat lembut dan nyaman, itulah yang ibuku katakan saat membacakan dongeng sebelum tidur.

Aku sangat ingin pergi kesana, tapi ibuku bilang kalau itu semua tidak nyata dan hanya

cerita fiksi yang tak bisa dipercaya, aku tak percaya pada ibuku! Oleh karena itu aku mulai mencari banyak buku cerita yang berkaitan dengan negeri awan. Aku juga bertanya pada temanku, mereka juga bilang kalau itu semua hanya cerita fiksi, aku tetap tak percaya kalau itu semua hanya cerita fiksi, setiap malam sebelum tidur aku selalu berharap bahwa negeri awan itu ada didunia nyata, dan harapanku menjadi nyata!

"Uhh.. hmm, dimana aku? Disini terang sekali… Eh, tunggu dulu.. bukankah ini… Negeri

awan?!Ya tuhan, ya tuhan, ya tuhan! Negeri awan benar-benar nyata! aku harus memberitahu ibuku,setelah berkeliling, hiihiii"

Yuna berjalan mengelilingi tempat itu, dia sangat bersemangat mengelilingi negeri impiannya,ia berlari sambil melihat sekitar, Yuna takjub sekaligus heran di negeri itu karena buku yang ia baca tidak mengatakan bahwa negara itu mempunyai penduduk yang cukup banyak, mulai dari anak remaja, sampai dewasa, tapi masalahnya Yuna belum menemukan anak seumuran nya sejauh ini, dia khawatir kalau nanti ia akan dipandang aneh oleh orang lain karena dia satu-satunya anak kecil di negeri itu.

Yang awalnya senang, Yuna menjadi kecewa karena takut tidak mempunyai teman

sekaligus dianggap aneh, namun ditengah kekecewaannya ia mendengar tawa anak kecil yang memberinya rasa senang, Yuna pergi mengikuti sumber suara dan menemukan beberapa anak kecil yang sedang bermain.

"uhm… Halo, boleh tidak aku ikut bermain bersama kalian?"

percakapan yang Yuna buat seketika menciptakan keheningan yang membuat nya khawatir tidak akan ditemani oleh anak-anak itu, namun ada salah satu anak perempuan berambut oranye yang membuka kembali percakapan.

"oh, ya tentu dong! Siapa namamu? Namaku Merry, yang berambut coklat ini Neru, yang

di sebelah Neru itu Neri kembarannya, Neru itu satu-satunya laki-laki yang bermain bersama aku, dan Neri tau! Hahahahaha!

"Merry menertawai Neru, tapi tak lama setelah itu Merry berhenti tertawa dan

mengajakku ketaman bermain, aku menerima ajakan itu, Dan kami semua pergi ke taman, di perjalanan kami membuat obrolan ringan, seperti menanyakan umur satu sama lain, hobi, dan makanan kesukaan karena terlalu asyik mengobrol, kami tidak sadar kalau sudah sampai di taman, kami masuk ke taman, dan menemukan lebih banyak anak-anak disana.

Yuna Dan teman-temannya bermain di taman, mereka bermain banyak sekali permainan

sampai-sampai mereka merasa sangat lelah, pada akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

"Hei, aku pulang duluan ya, sudah sore, nanti kalau pulang terlambat ibuku marah, dadah!"

Neru, dan Neri juga takut kalau ibunya akan marah jika pulang terlambat jadi mereka ikut Marry untuk pulang bersama, mereka juga mengajak Yuna tetapi Yuna menolak disaat yang lain pulang kerumah, Yuna hanya bisa duduk di ayunan berdiam diri di taman bermain karena tidak mempunyai rumah disana.

Langit mulai gelap, dan Yuna masih belum menemukan tempat untuk tinggal disana.

"Mama… Yuna mau pulang, Yuna gamau disini!"

Yuna merengek-rengek meminta pulang tetapi merengek tidak akan membuatnya pulang,

jadi dia melihat-lihat di sekitar dan berharap akan ada lampu rumah yang masih menyala, tetapi jawabannya tidak disaat Yuna kembali merengek ada seorang peri kecil yang melihatnya lalu mendatangi nya

"Astaga, kenapa kamu masih disini? Seharusnya kamu sudah bangun tahu! Apakah sihir sudah tidak bekerja ya?"

Peri itu melihat tongkatnya dengan penuh saksama sampai-sampai dia hampir melupakanku.

"Oh iya, sekarang waktunya bangun!”

Yuna terbangun dengan perasaan bingung, siapakah itu? Yuna mengubur rasa penasarannya, dan segera pergi ke meja makan, saat melihat orang tuanya duduk di meja makan, entah kenapa Yuna merasa lega. Ia duduk di meja makan, memakan sarapannya yang hampir dingin, sambil menceritakan apa yang terjadi semalam kepada ayah dan ibunya dengan sangat bersemangat.

ibunya bilang dia bisa cerita nanti, sekarang dia sudah harus berganti pakaian dan pergi ke

sekolah, "Yuna, nanti lagi ya ceritanya, sekarang sudah jam tujuh, kamu harus segera ke sekolah, oke?Nanti pulang sekolah kau boleh lanjutkan ya."

Ibu membantunya membereskan piring lalu menyiapkan seragam untuk dipakainya, setelah itu Ibu Yuna mengantarnya ke sekolah, Yuna melambai kepada ibunya dengan tangan mungilnya itu, Ibu juga membalas melambai pada Yuna, lalu tersenyum kecil padanya.

TAMAT.

Download Original File