poem “Menjahit Sebenang Harapan”

poem “Menjahit Sebenang Harapan”

Puisi “Menjahit Sebenang Harapan” adalah karya sastra yang menggambarkan proses penyembuhan diri, kesabaran, dan perjuangan. Bait-baitnya menggunakan citra benang dan jarum untuk melambangkan usaha manusia, menyatukan kepingan-kepingan mimpi, menenun aspirasi, dan menjahit luka batin menjadi sumber kekuatan baru untuk masa depan.

Menjahit Sebenang Harapan

Oleh Shanaz Sabrina Ayu

Saat malam terasa kelam

Terisak tangis tanpa henti

Andai bisa kuukir pualam

Cantik bening menyenangkan hati

Andai bisa memilih kuasa

Akan kuukir jalan terindah

Tak peduli makna suratan dan Asa

Hanya rela bersimpuh

Pelan pelan ku pintal benang

Kutau aku butuh sabar

Pola kain menjadi saksi yang tenang

Jahitan Indah di hati yang tak Lebar

Harapan tak butuh kesempurnaan

Hanya butuh api membara

Mimpiku Seluas angkasa

Doa ibuku menjadi Lentera

Shanaz Sabrina Ayu lahir di Jakarta, 20 Oktober 2010. Ia adalah seorang penikmat buku dan literasi yang memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia sastra sejak duduk di Sekolah Dasar. Memiliki kemampuan Multibahasa sejak kecil,ia menulis cerpen dan tulisan meski hanya untuk dinikmati sendiri. Menulis adalah seperti menuangkan perasaan,memeluk imajinasi dan berbagi kisah yang mungkin dapat menginspirasi. Anda dapat menghubunginya melalui Direct Message Instagram di @shanazz_brinn.

Unduh File Asli