Melalui dua puisi, “Sampah Bisa Jadi Masalah, Bisa Jadi Berkah” dan “Hujan Tak Dirindukan”, Binar Askara Biru menghadirkan suara anak yang jujur, lugu, sekaligus reflektif dalam memandang persoalan lingkungan. Dengan diksi yang sederhana, dialog imajinatif bersama benda-benda di sekitar, serta irama yang dekat dengan dunia anak, puisi-puisi ini mengubah isu besar seperti pengelolaan sampah, banjir, dan kepedulian terhadap bumi menjadi pengalaman yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Puisi