Sahabat Mara

Sahabat Mara

(Cerpen) Pada suatu hari Mara sedang liburan di rumah kakek dan neneknya, lalu tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang bernama Putri , putri memiliki sikap ceria, penuh senyum dan sedikit sarkas, yang memiliki sikap sangat terbalik dengan Mara.
Jadi apakah Mara bisa berteman putri ?

JUDUL: SAHABAT MARA

Hari ini gerimis, hawanya dingin sekali sampai kaca di jendela pun berembun, Mara melihat dari balik jendela, semakin lama hujan semakin deras. Tiba tiba Ibu mengetuk dari balik pintu kamar Mara sembari berkata “Mara ayo turun kita kan akan pergi ke rumah kakek dan nenek” Mara menjawab perkataan ibunya “baik Bu”. saat di mobil Mara hanya melihat hujan yang yang terus menerus semakin deras. Lama kelamaan akhirnya Mara tertidur di perjalanan menuju rumah kakek dan nenek. Setibanya di rumah kakek dan nenek, ibu membangunkan Mara dan menyuruhnya untuk turun dari mobil, saat turun dari mobil kakek dan nenek menyambut kedatangan Mara dengan senyum yang sangat lebar sedangkan mara membalas senyuman itu dengan ekspresi yang datar. Setelah menurunkan barang barang dari mobil, lalu dibawa ke satu kamar kecil yang cukup sederhana, sebenarnya Mara cukup kesal ketika mendengar ia harus tidur bersama ibunya karena hanya ada dua kamar di rumah itu.

Hari pertama dirumah kakek dan nenek Mara bangun sangat pagi karena di bangunkan oleh nenek di pagi hari, nenek menyuruh Mara untuk ikut bersama kakek, yaa awalnya Mara menolak tapi setelah dibujuk beberapa kali akhirnya dia ikut juga bersama kakek. Setelah berpamitan dengan Ibu dan nenek, Mara dan kakek berjalan kaki menuju daerah yang memiliki cukup banyak pemukiman. Mara penasaran tujuan mereka kemana, akhirnya dia bertanya pada kakek, “kakek kita mau pergi kemana?”, lalu kakek pun menjawab “kakek ingin mengajakmu pergi melihat lihat pemandangan indah sambil menuju ke pasar“, ya bagi Mara jarang sekali untuk melihat gunung, sawah, dan pemandangan alam lainnya. Sebelum pergi sebenarnya Mara merasa cukup kesal karena ia tidak diperbolehkan Ibunya untuk membawa ponsel tapi setelah melihat pemandangan alam yang indah dia cukup menikmatinya.

Saat telah setengah perjalan menuju pasar kakek bertemu dengan temannya yang sering dipanggil dengan sebutan “Abah” oke itu pasti kata yang terdengar aneh di telinga Mara, kakek menyuruh Mara untuk salim kepada abah, dan siapa sangka abah membawa cucunya yang usianya sepantaran dengan Mara, kakek langsung menyuruh Mara untuk berkenalan dengan anak itu sembari kakek dan abah mengobrol. Awalnya anak itu dulu yang berkenalan duluan “hai nama kamu siapa?, kalau nama aku Putri“, dan Mara pun menjawab seramah mungkin yang ia bisa, “oh, kalo nama gue Mara” seketika wajah Putri terlihat bingung setelah mendengar kalimat Mara. “Eh kamu ko wajahnya gitu kaya yang kaget?“, Mara langsung bertanya pada putri karena dia bingung melihat wajah Putri yang kaget, Mara memang sering menggunakan kata gue ketika mengobrol dengan orang yang sepantaran dengannya. Dan Putri pun langsung menjawab pertanyaan Mara, “ya iyalah gimana nggak kaget orang kamu memanggil dirimu sendiri dengan sebutan gue, itu tuh keren banget tauu“.

Tiba tiba kakek memutus pembicaraan mereka berdua sambil berkata, “abah akan pergi ke pasar bersama Putri kan jadi sekalian saja kita berjalan kaki bersama ke pasar“, Putri lalu menjawab dengan semangat, “baiklah“, sedangkan Mara masih memandang dengan wajah yang kebingungan karena percakapannya dengan Putri tadi. Saat berjalan kaki ke pasar Putri punya banyak pertanyaan kepada Mara seperti, “mengapa kamu memakai kacamata?“, lalu Mara menjawab, “aku minus karena terlalu sering menggunakan ponsel“. Putri juga merasa aneh melihat Mara yang memiliki gaya berpakaian yang unik dan gaya berbicara yang menurutnya keren. Setelah itu Putri bertanya, “kamu berasal dari mana?“, lalu Mara menjawab “aku berasal dari Kota Bandung“, lalu Putri berkata, “kalo rumahku ada di dekat sini“. Tak terasa, akhirnya kita sampai juga di pasar, sebenarnya ini kali pertama Mara pergi ke pasar jadi dia cukup kebingungan. Saat ingin membeli jajanan di pasar ketimbang bertanya Mara malah mengeluh kepada kakek, “kenapa sih aku gak boleh membawa ponsel padahal jika membawa aku kan bisa searching ini makanan apa“, lalu Putri langsung menjawab pertanyaan Mara dengan nada sedikit kesal, “itu namanya klepon bawel, kamu dari tadi cerewet banget minta ponsel? Emangnya kalo tanpa ponsel kamu bakal langsung sakit terus masuk rumah sakit? Enggak kan ya udah ga usah bawel lagian gak sopan tau kaya gitu“, ya Mara agak kaget sih ketika Putri berkata seperti itu, yaa namun ada benarnya juga sih.

Jadi itulah awal persahabatan mereka.

Download Original File