LILIN KECIL YANG HAMPIR PADAM

LILIN KECIL YANG HAMPIR PADAM

Lilin Kecil yang Hampir Padam mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis berusia 11 tahun bernama Salsabila Asya Humaira (Asya), siswi yang dikenal cerdas, baik hati, dan selalu berprestasi. Kehidupannya yang tampak sempurna berubah ketika keluarganya kembali diterpa masalah ekonomi akibat utang sang ayah. Di saat yang sama, Asya juga harus menghadapi berbagai kekecewaan, mulai dari tertinggal buku saat ujian hingga penolakan dari seseorang yang ia sukai.

Tekanan demi tekanan membuat Asya kehilangan semangat hidup. Ia menjadi pendiam, sering membolos sekolah, mengurung diri di kamar, dan memilih memendam semua kesedihannya karena tidak ingin menambah beban sang ibu yang juga sedang berjuang. Asya merasa seperti lilin kecil yang cahayanya perlahan redup, hampir padam oleh beratnya cobaan hidup.

Namun, secercah harapan datang ketika dua murid baru bergabung di kelasnya. Kehadiran Arsya Zami Al-Falah tanpa disadari menjadi penyemangat baru bagi Asya untuk kembali bangkit. Perlahan, ia menemukan kembali alasan untuk tersenyum, bersekolah, dan menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Cerita ini mengajarkan bahwa sekecil apa pun harapan yang hadir dalam hidup, ia mampu menyalakan kembali semangat seseorang yang hampir menyerah. Lilin Kecil yang Hampir Padam menjadi kisah tentang perjuangan menghadapi masalah keluarga, pentingnya dukungan emosional, serta keyakinan bahwa selalu ada cahaya di balik masa-masa tergelap kehidupan.

LILIN KECIL YANG HAMPIR PADAM

Karya ASHIENNA ASKA AYUNDA

Jakarta,06 oktober 2025

Kala itu,matahari terbit begitu cepat di ufuk timur,ada seorang gadis yang bernama salsabila asya humaira yang akrab di panggil asya terlambat bangun pagi itu.ia langsung buru-buru bersiap sholat,mandi,dan sarapan. saking terburu-burunya ia melupakan buku matematika nya yang sudah ia siapkan di atas meja belajar,sampai di sekolah asya masih punya waktu untuk belajar pelajaran lain dia dikenal sebagai perempuan cantik,baik,cerdas dan ia tak pernah sekalipun tertinggal buku pelajaran terlebih lagi pelajaran matematika

“aduh gimana ini buku matematika aku ketinggalan,mana hari ini ujian” ucap asya panik sambil membongkar isi tasnya,mendengar itu sahabat asya yang sudah sangat mengenal asya pun tak percaya apalagi asya sangat telaten dan selalu mengingat barang bawaan yang harus ia bawa “cari saja dulu gak mungkin ketinggalan”. Setelah kejadian tadi pagi asya langsung badmood dan tak ingin berbicara hingga ujian berakhir ,syaffa pun enggan ingin mengajak asya mengobrol.

Sesampainya dirumah asya mendengar oma sedang menelepon sambil menangis dan opa yang berdiri di ujung pintu yang terus menyuruhku bersabar,entah apa yang terjadi otak anak 11 tahun itu tak bisa mencerna apa yang sedang terjadi tapi di otak asya pasti oma sedang menelepon bunda.sebenar nya asya sudah bisa menebak apa yang terjadi karna mendengar pembicaraan oma dan bunda.pasti ayah punya hutang pinjol lagi gumam asya,omong-omong asya bisa menerka-nerka itu karna dari kelas 3 SD dia juga sudah mengalami kejadian seperti ini tapi tak terlalu parah dan masih sanggup membeli mobil walau second.

Bak tersambar petir di siang bolong saat itu dunia asya runtuh seruntuh-runtuhnya entah apa yang akan ia jalani selanjutnya pikirannya sudah kemana-mana rasanya asya ingin hilang saja dari dunia ini sekarang juga,ia tak tahu apa yang akan ia jalani selanjutnya mungkin bagi asya ini adalah BAD DAY IN THIS YEARS.

Pagi ini juga ia baru di tolak terang-terangan oleh lelaki yang ia suka,hati asya bak reruntuhan bangunan sudah terpecah belah,masa depan yang sudah diimpikan dan PASTI bisa di wujudkan oleh kedua orang tua nya,seharian itu asya tak ingin keluar kamar walau sudah berapa ribu kali ia dipanggil untuk makan siang.

Di dalam kamar ia hanya mendengarkan musik dan menangis,sore hari tiba bunda sudah pulang asya tak sanggup menatap wajah bunda,saat berdua di kamar bunda bertanya pada asya “kak boleh gak bunda jual kalung kamu?”hati asya langsung berteguh pada satu pendapat “GAK,ENGGAK BOLEH” kalung itu bak kalung keberuntungan bagi asya.

Rasanya ingin sekali asya berbagi keluh kesahnya pada orang lain,tapi ternyata asya baru sadar bahwa ia tak punya satu orang pun yang bisa mendengarkan keluh kesahnya hari itu.

Semenjak kejadian kelas 3 itu asya menjadi enggan untuk bercerita kepada ibunya karna ia tahu ibunya memikul beban yang lebih berat darinya.

Semenjak kejadian itu asya sering absen,berantem,menyendiri,dan yang paling parah seharian tak keluar kamar,seiring berjalannya waktu ayah dan bunda semakin khawatir dengan keadaan asya tapi tak ingin berbicara dan menanyakan langsung pada buah hatinya itu.

Entah mengapa hari ini asya masuk sekolah,ternyata sebagai sekertaris kelas ia harus mencatat nama murid-murid di kelas nya karna hari itu dikabarkan ada dua orang anak lelaki dari bandung.

Setelah bel masuk berbunyi satu kelas sangat ecxited menunggu kedatangan dua murid baru itu,tapi berbeda dengan murid lainnya asya hanya melamun menatap pemandangan lapangan yang basah karna hujan pagi tadi,tak disangka sahabat asya tak masuk hari itu alhasil asya duduk sendiri,tiba-tiba bu teti masuk ke kelas diikuti dua anak lelaki itu,bu teti menyuruh mereka memperkenalkan diri,dari perkenalan diri itu diketahui lah anak yang berdiri di sebelah kanan bu teti bernama KEENAN DANIEL AKRAMAN dan yang berdiri di sebelah kiri bu teti bernama ARSYA ZAMI AL-FALAH.

Setelah daniel dan rasya ada dikelas itu entang mengapa asya menjadi rajin dan tidak menutup diri lagi,”kok kamu jadi semangat sekolah lagi sih?? Kemaren aja bolos terus” tanya syaffa selaku sahabat asya “sudah ada penyemangat nya sekarang jadi rajin” balas asya “daniel atau arsya???”setelah syaffa menanyakan itu asya langsung menjawab untuk tidak memberi tahu siapa-siapa syaffa kembali mengangguk,asya berbisik di telinga syaffa “arsya” mendengar itu alangkah kegetnya syaffa mendengar sahabatnya menyukai seseorang seperti arsya.

Terimakasih arsya sudah mengembalikan semangat hidupku lagi,kenyataannya aku sudah tak punya semangat hidup lagi,aku sungguh berterimakasih arsya.

_The End_

Download Original File