Title: ku ingin dengar deru hutan papua itu

Title: ku ingin dengar deru hutan papua itu

This poem is inspired by the breathtaking beauty and rich biodiversity of Papua's tropical rainforest. It expresses a deep admiration for its unique flora, fauna, and fungi, capturing a heartfelt wish to one day experience and witness its natural wonders firsthand

Ku ingin dengar deru hutan Papua itu

Oleh : Addin Tsana Nabilah

Rimbun pohon dan Pekat kabut memeluk hutan dalam gulita,

Namun di sana tumbuh keanekaragaman hayati.

Di bawah cakrawala siang, kupu-kupu sayap burung terbang dengan anggun,

Menyepuh rimba dengan kilatan rona yang indah.

Saat malam membentang, di sudut-sudut lantai hutan,

Jamur-jamur berpendar, memancarkan magis hijau yang misterius.

Di batas hutan, terjadi pertemuan rimba dengan samudra,

Tumbuhan purba berpadu dengan asinnya air laut.

Di sana terdengar deru hutan,

Nyanyian langit dari burung-burung indah memenuhi angkasa.

Bersambut dengan dengungan derik berbagai serangga.

Di kejauhan, debur laut terdengar berbisik pada akar-akar tua.

Lengkingan satwa turut memenuhi.

Ikatan emosional tumbuh antara manusia dengan hutan.

Masyarakat adat hidup selaras dengan alam,

Mengeja napas semesta yang jernih.

Hutan mengalirkan tunas penghidupan dan jemari obat-obatan,

Sebuah anugerah, biarlah tetap meraja.

Sebelum simfoni dan deru hutan luruh begitu saja.

Download Original File