This poem portrays the confusion and sadness of saying goodbye. Through the image of a labyrinth, it describes the journey of accepting separation while carrying memories that will never fade.
3314700-15240003048000-1114425 Runtuh di Matamu
Karya: Ersal Azzahrotu Syifa
Di antara luasnya bumi ini,
takdir telah menjatuhkan langkahku
tepat pada rapatnya pintu hatimu.
-59436006286500Jiwaku teriris, selayaknya deburan ombak.
-1223009404495Beribu kali kau menjauhkanku.
-1336675187960Berjuta kata kau tusukkan kepadaku.
berharap aku bisa pergi semudah itu.
Kau kira aku bisa hilang hanya dengan begitu?
Aku masih di sini,
merayu sendu,
menahan gemuruh perpisahan itu.
Diam-diam kujahit nestapa dalam senyummu.
Meleburkan air matamu dalam pelukan paling rancu.
Bahwa langkahku akan berat meninggalkanmu.
Maka biarlah aku tetap di sini, tertanam dalam jalanmu.
Walau kau berharap aku menyerah pada lelah,
aku memilih tenggelam dalam semua perihmu.
Karena di antara segala sejarah reruntuhan,
Meski luka mengajakku pergi, hatiku tetap memilih tinggal.
aku hanya ingin abadi dalam runtuhnya air matamu.
4620895-9429754382770-942975 Jejak Kenangan di Sekolah
Karya: Ersal Azzahrotu Syifa
Di sekolah ini, kisahku terukir indah,
Sejuta kenangan terpahat dalam jiwa.
Waktu berlalu cepat, takkan pernah kembali,
Namun setiap tawa akan selalu abadi.
Di setiap sudut sekolah,
Terukir cerita penuh makna.
Di setiap halaman buku,
Kutemukan harapan dan cita-cita.
Di bawah naungan pepohonan rindang,
Kami belajar, tumbuh, dan berjuang.
Canda tawa teman mengiringi langkah,
Menjadi pelita di setiap arah.
Guru-guru membimbing dengan tulus,
Mengajarkan arti ilmu dan ketulusan.
Sekolahku tercinta, tempatku bermimpi,
Menjadi saksi setiap langkah yang kujalani.
-6153150446405
-6515100399415Kini saatnya melangkah pergi,
-6896100437515Meraih asa di jalan yang baru.
Meski waktu memisahkan langkah kami,
Sekolah ini akan selalu hidup di hati.
-1209675-1171575Labirin Perpisahan
Karya: Ersal Azzahrotu syifa
Canda dan tawa kini diiringi air mata,
Perpisahan selalu datang tanpa meminta.
Jarak perlahan memisahkan langkah kita,
5676525174802Namun kenangan tak akan pernah sirna.
5972175225425
Dewasa mengajarkan arti menerima,
Meski hati enggan untuk melepaskannya.
Hari-hari yang pernah kita ukir bersama,
Kini menjadi cerita yang kusimpan selamanya.
Melangkah masuk ke labirin kehidupan,
Dinding-dinding tinggi menutup pandangan.
Banyak persimpangan, bahkan jalan buntu,
Namun harapan selalu menjadi penuntunku.
Kita pernah berjalan saling menggenggam,
Menguatkan langkah dalam setiap perjalanan.
Kini tangan itu harus perlahan terlepas,
Agar masing-masing mampu menggapai masa depan.
Awalnya kita hanyalah orang asing,
Namun akhirnya menjadi keluarga dalam kenangan.
Rindu tak mampu terucap lewat bibir,
5270500172085Hanya doa yang mampu menyampaikan rasa.
559117530480